BAB
I
PENDAHULUAN
I.
Latar
belakang masalah
Cahaya matahari
merupakan sumber kehidupan karena cahaya dapat memberikan kita banyak manfaat
juga sebagai bintang berdekatan dengan bumi dengan jarak 149.680.000 (Km).
Cahaya matahari sangat dibutuhkan oleh tumbuhan hijau karena cahayanya dapat
menghambat pertumbuhan dan juga cahaya dapat menguraikan auksin (suatu hormone
pada tumbuhan). Hal ini dapat kita lihat pada tumbuhan yang berada di tempat
gelap akan lebih cepat tinggi dan daunnya tidak terlalu hijau dari pada
tumbuhan di tempat terang. Pertumbuhan yang cepat di tempat gelap disebut
etiolasi.
Tumbuh dan
berkembang merupakan salah satu ciri dari makhluk hidup. Pertumbuhan dan
perkembangan sejalan dan seiring, terjadinya pertumbuhan dan perkembangan pada
tumbuhan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: faktor eksternal (luar) yang
meliputi suhu, cahaya, air dan kelembaban serta nutrisi, dan faktor internal
(dalam) yang meliputi genetik dan hormon.
Cahaya sangat
berperan terhadap pertumbuhan suatu pertumbuhan tanaman, dimana cahaya
mempunyai 3 karakteristik utama yang dapat mempengaruhi pertumbuhan antara
lain:
1. Kuantitas
(jumlah) cahaya.
2. Kualitas (mutu) cahaya.
3. Lamanya
cahaya bersinar.
Di Indonesia
mempunyai 2 (dua) musim kuantitas cahaya, cahaya matahari akan terpancar lebih
maksimum pada musim kemarau dari pada musim penghujan. Dengan demikian proses
fotosintesis juga akan berlangsung lebih maksimal pada musim kemarau sehingga
produksi makanan juga lebih banyak. Maka itulah pada tanaman akan terjadi suatu
proses pertumbuhan dan perkembangan yang penyinaran cahaya matahari bervariasi.
II.
Hipotesis
Perkecambahan
pada biji kacang tanah yang diletakkan ditempat gelap akan mengalami kelajuan
pertumbuhan yang tinggi dibandingkan perkecambahan kacang hijau yang diletakkan
ditempat terang. Hal ini disebabkan adanya pengaruh hormon auksin yang
dipengaruhi oleh cahaya matahari.
III.
Tujuan
penelitian
a.
Untuk
mengetahui pengaruh cahaya terhadap kecepatan pertumbuhan dan perkembangan
biji kacang tanah.
b.
Untuk
mengetahui perbedaan yang terjadi pada masing-masing tanaman dengan intensitas
cahaya yang berbeda .
IV.
Rumusan
masalah
a.
Bagaimana
pengaruh cahaya terhadap kecepatan pertumbuhan dan perkembangan biji kacang
tanah ?
b.
Apa
perbedaan yang terjadi pada masing-masing tanaman dengan intensitas cahaya yang
berbeda ?
BAB
II
KAJIAN
TEORITIS
1. Cahaya Matahari
Cahaya
matahari merupakan sinar/cahaya yang berasal dari matahari, yang digunakan oleh
tanaman hijau untuk fotosintesis dan membuat makanan. Tanpa cahaya matahari,
tidak akan ada kehidupan di bumi. Sinar matahari bisa berakibat baik maupun
buruk kepada organisme. Misalnya, suatu tanaman memerlukan cahaya matahari
untuk tumbuh hijau. Dengan air tanpa cahaya matahari, tanaman akan tumbuh
tinggi dengan cepat, namun akan terlihat kuning dan kekurangan air meskipun
daunnya terasa amat basah.
Pertumbuhan dan perkembangan
dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal dan internal, salah satu faktor
eksternal adalah cahaya. Tumbuhan memerlukan cahaya. Banyaknya cahaya yang
diperlukan tidak selalu sama pada setiap tumbuhan. Umumnya, cahaya menghambat pertumbuhan meninggi karena
cahaya dapat menguraikan auksin (suatu hormone pertumbuhan). Pertumbuhan yang cepat
di tempat gelap disebut etiolasi.
2. Tumbuhan Hijau
Mengggunakan Cahaya dalam Proses Membuat Makanan
Tidak
seperti hewan, tumbuhan mampu membuat makanan sendiri. Tumbuhan mendapat energi
untuk membuat makanan dari cahaya matahari. Zat kimia tertentu diperlukan untuk
membuat makanan dan tumbuhan mendapatkannya dari air di dalam tanah dan dari
udara di sekitarnya. Ketika makanan dibuat sebagian energi cahaya matahari
disimpan di dalam tubuhnya. Tumbuhan menggunakan energi untuk bertahan hidup
dan tumbuh. Keseluruhan proses ini disebut fotosintesis, yang dalam bahasa
Yunani berarti “Membangun dengan Cahaya”.
Sebagian
besar daun tumbuhan mengandung zat kimia berwarna hijau yang disebut klorofil.
Klorofil ini menangkap sebagian energi dalam cahaya matahari. Selama
fotosintesis berlangsung, tumbuhan mengembangkan daunnya untuk memperluas
daerah klorofil yang terkena cahaya matahari.
Saat
energi terperangkap, energi ini digunakan untuk menguraikan air menjadi dua zat
kimia yang disebut hydrogen dan oksigen. Tumbuhan kemudian menggunakan energi
lebih banyak lagi untuk menggabungkan hydrogen dengan karbondioksida di udara
untuk membuat zat makanan yang disebut karbohidrat, terutama gula dan zat
tepung (roti), proses penggabungan ini membebaskan oksigen ke udara.
3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan
a. Faktor Eksternal
Faktor luar yang mempengaruhi pada tumbuhan antara lain:
1. Makanan
Makanan merupakan sumber energi dari sumber matahari untuk
mensintesis berbagai komponen sel.
2. Air dan Mineral
Sangat berpengaruh pada tumbuhan akar, tanpa air tumbuhan tidak
bisa hidup, air merupakan senyawa utama yang sangat dibutuhkan oleh tumbuhan
dan juga fungsi dalam fotosintesis.
3. Kelembaban
Pengaruh kelembaban udara berbeda-beda terhadap berbagai
tumbuhan. Tanah dan udara yang lembab berpengaruh baik bagi pertumbuhan,
kondisi lembab menyebabkan banyak air yang diserap tumbuhan dan lebih sedikit
yang tiupan.
4. Cahaya
Tumbuhan sangat membutuhkan cahaya. Cahaya bisa menghambat
pertumbuhan suatu tanaman dan cahaya juga bisa merangsang pembangunan serta
berpengaruh terhadap gerak pada tanaman.
b. Faktor Internal
Pertumbuhan juga dipengaruhi oleh faktor-faktor dalam, misalnya
gen dan hormon.
1. Gen
Gen merupakan suatu faktor sifat keturunan yang dapat diturunkan
kepada turunannya. Selain itu, gen juga berfungsi untuk mengontrol reaksi kimia
di dalam sel, misalnya sintesis protein.
2. Hormon
Hormon inilah regulator pertumbuhan yang sangat esensial yang
dibuat pada suatu bagian tumbuhan dan suatu senyawa kimia organik yang
dihasilkan oleh suatu bagian tumbuhan serta selanjutnya diangkat ke
bagian-bagian lainnya. Hormon tumbuhan (fotihomon) yang dikenal antara lain:
Ausin, Giberelin, Sirokinin, Etilen, Asam Traumalin dan Kalin.
BAB III
METODE PENELITIAN
i.
Cara
Pengambilan Data
Penelitian ini
menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi. Teknik obseravasi
dilakukan dengan mengamati pertumbuhan tanaman kacang tanah yang diberi empat
perlakuan berbeda tentang intensitas cahaya yang diberikan.
ii.
Populasi
dan Sampel Penelitian
Polulasi yang
digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh tanaman kacang tanah.
Sampel pada
penelitian ini adalah 8 tanaman kacang tanah yang ditanam dengan intensitas cahaya
matahari 100%, 8 tanaman kacang tanah yang ditanam dengan intensitas cahaya
matahari 50%, 8 tanaman kacang tanah dengan intensitas cahaya 10-20% dan 8
tanaman kacang tanah dalam kardus (gelap).
iii.
Alat dan Bahan Penelitian
a. Alat
· Alat tulis
· penggaris
· Kamera (HP)
· 8 Gelas aqua
· kardus
b. Bahan
· Kacang tanah ( Arachis hypogea ) 32 biji
· Tanah
· Air
iv.
Langkah
kerja
1)
Rendam
kacang tanah selama satu malam, setelah itu pilihlah kacang yang tenggelam.
2)
Siapkan
8 polibag yang sudah diberi tanah.
3)
Tanam
bij kacang tanah, 4 biji setiap polybag. Kemudian siram 3 sendok air setiap
polybag.
4)
Berilah
nama pada setiap polybag agar tidak tertukar. Polybag A, B, C dan D.
5)
Letakkan
2 polybag A dibawah cahaya matahari secara langsung dengan intensitas cahaya
100%.
6)
Letakkan
2 polybag B ditempat yang teduh dengan intensitas cahaya 50%.
7)
Letakkan
2 polybag C didalam ruangan yang mana cahaya masih bisa masuk dengan intensitas
cahaya 10-20%.
8)
Letakkan
2 polybag D didalam kardus dengan intensitas cahaya 0%.
9)
Siram
dan ukur setiap polybag setiap 2 hari sekali.
BAB
IV
PEMBAHASAN
A.
HASIL PENELITIAN

Þ Polybag A dengan intensitas cahaya 100%. Terletak dibawah sinar matahari
secara langsung.
Þ Polybag B dengan intensitas cahaya 50%. Terletak ditempat teduh, namun masih
dapat penyinaran langsung selama ± 1 jam setiap pagi.
Þ Polybag C dengan intensitas cahaya 10-20% terletak didalam ruangan dimana
cahaya masih dapat masuk kedalam ruangan.
Þ Polybag D terletak didalam kardus dengan keadaan gelap.
Setelah melihat
gambar diatas kami dapat membuat tabel perbedaan tanaman kacang tanah dengan
intensitas cahaya yang berbeda. Tabel ini dapat memudahkan kami dalam
pembahasan mengenai hasil pengamatan penelitian biologi ini.
Tabel Perbedaan
No.
|
Polybag
|
Kecepatan pertumbuhan
|
Daun
|
Batang
|
1.
|
Polybag A
|
Sangat lambat
|
Hijau segar, ukurannya normal dan melebar
|
Tebal, tegak, hijau segar
|
2.
|
Polybag B
|
lambat
|
Hijau, ukurannya normal
dan melebar
|
Agak tebal, kuat, hijau agak kuning
|
3.
|
Polybag C
|
cepat
|
Hijau kekuning-kuningan, ukurannya tidak normal, dan tidak
melebar
|
Layu, melengkung, hijau pucat
|
4.
|
Polybag D
|
Sangat cepat
|
Kuning, ukurannya tidak normal dan tidak melebar
|
Sangat layu, melengkung, putih pucat, tipis dan lebih banyak
mengandung air
|
Hasil Pengamatan
No..
|
Polybagg
|
Hari pengukuran
|
||||
Ke-2
|
Ke-5
|
Ke-7
|
Ke-9
|
Ke-12
|
||
1.
|
Polybag A
(100%)
|
0,3 cm
|
3,5 cm
|
5,5 cm
|
6,7 cm
|
8,7 cm
|
2.
|
Polybag B
(50%)
|
1 cm
|
6 cm
|
8,5 cm
|
9,8 cm
|
11,7 cm
|
3.
|
Polybag C
(10-20%)
|
1 cm
|
7 cm
|
13,7 cm
|
19,8 cm
|
21,25 cm
|
4.
|
Polybag D
(gelap)
|
2 cm
|
11,8 cm
|
17,8 cm
|
21,5 cm
|
23,6 cm
|
Catatan : Tabel
diatas adalah hasil pengamatan yang kami lakukan, dengan mengambil rata-rata
setiap polybag dikarenakan setiap polybag tidak hanya berisi satu tanaman
kacang tanah melainkan 4 kacang tanah setiap polybag.
B.
PEMBAHASAN
Pertumbuhan dan perkembangan pada
tumbuhan diawali dengan perkecambahan biji. Kemudian, kecambah berkembang
menjadi tumbuhan kecil sempurna, yang kemudian tumbuh membesar. Setelah
mencapai masa tertentu tumbuhan akan berbunga dan menghasilkan biji kembali.
Perkecambahan adalah munculnya
plumula (tanaman kecil dari dalam biji). Berdasarkan letak kotiledonnya,
perkecambahan dibedakan menjadi 2, yaitu epigeal dan hypogeal. Perkecambahan
epigeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang di bawah daun lembaga
atau hipokotil sehingga mengakibatkan daun lembaga dan kotiliden terangkat ke atas tanah,
misalnya kacang hijau. Sedangkan perkecambahan hypogeal adalah apabila terjadi
pembentangan ruas batang teratas (epikotil) sehingga daun lembaga ikut tertarik
ke atas tanah, tetapi kotiledon tetap di dalam tanah, misalnya pada biji kacang
kapri.
Pertumbuhan dan perkembangan
dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal dan internal, salah satu faktor
eksternal adalah cahaya. Tumbuhan memerlukan cahaya. Banyaknya cahaya yang
diperlukan tidak selalu sama pada setiap tumbuhan. Umumnya, cahaya menghambat pertumbuhan meninggi karena
cahaya dapat menguraikan auksin (suatu hormone pertumbuhan).
Cahaya juga merangsang pembungaan
tumbuhan tertentu. Ada tumbuhan yang dapat berbunga pada hari pendek (lamanya
penyinaran matahari lebih pendek daripada waktu gelapnya). Ada pula tumbuhan
yang berbunga pada hari panjang (lamanya penyinaran lebih panjang daripada
waktu gelapnya).
Cahaya sangat diperlukan tumbuhan untuk proses fotosintesis. Polybag A dan B mendapat cukup cahaya
sehingga daunnya berwarna hijau sedangkan polybag C dan D tidak mendapatkan
cahaya sehingga daunnya berwarna kekuningan. Peristiwa itu disebut dengan klorosis
yaitu kegagalan dalam pembentukan klorofil. Proses pertumbuhan polybag A dan B
lebih lambat dibandingkan dengan polybag C dan D dikarenakan cahaya menghambat
kerja hormon auksin. Dimana hormon auksin sendiri memiliki beberapa
fungsi yaitu :
a. Merangsang perpanjangan sel.
b. Merangsang pembentukan bunga dan buah.
c. Merangsang pemanjangan titik tumbuh.
d. Mempengaruhi pembengkokan batang.
e. Merangsang pembentukan akar lateral.
f. Merangsang terjadinya proses diferensiasi.
Pada awal munculnya kecambah tanaman kacang hijau pada ke-empat polybag tumbuh bersama
dan belum terlihat perbedaan pada polybag yang mendapatkan cahaya dengan
polybag yang tidak mendapat cahaya. Penyiraman setiap polybagdengan kadar yang sama yang berbeda hanya intensitas cahaya yang
diberikan. Setelah 4 hari perkecambahan terlihat pada polybag A dan B dengan
polybag C dan D pertumbuhan batang lebih cepat polybag C dan D. Pertumbuhan
lebih cepat didalam gelap disebut dengan etiolasi.
Didalam pengamatan kami juga dapat
mengetahui bahwa gerak arah tumbuhan bergerak mendekati cahaya, pada hari ke-7
dimana batang tanaman kacang tanah sudah mulai tinggi namun karena kekurangan
cahaya maka batang tersebut berwarna kekuningan dan melemah sehingga melengkung
kebawah. Tidak dapat tumbuh tegak seperti polybag A dan B. Gerak tumbuhan
mendekat kearah rangsang datangnya cahaya dinamakan gerak fototropisme.
Melihat hal tersebut kami membuktikan bahwa hipotesis kami benar yaitu mengenai perkecambahan
pada biji kacang tanah yang diletakkan ditempat gelap akan mengalami kelajuan
pertumbuhan yang tinggi dibandingkan perkecambahan kacang hijau yang diletakkan
ditempat terang. Hal ini disebabkan adanya pengaruh hormon auksin yang
dipengaruhi oleh cahaya matahari.
Dimana cahaya matahari merupakan
unsur penting dalam pertumbuhan dan sebagai energi yang nantinya digunakan
dalam proses fotosintesis.
Batang tanaman kacang tanah pada polybag A dan
B kuat, keras dan tumbuh tegak, sedangkan pada polybag C dan polybag D putih
pucat, lemah, melengkung dan jika ditekan akan berair. Itu disebabkan karena
pada polybag yang tidak terkena cahaya
matahari sedangkan penyiraman air dengan kadar yang sama, air yang diserap
tidak bisa menguap secara sempurna sehingga menimbun pada batang, menyebabkan
jika tanaman tersebut jika terus dibiarkan dalam keadaan gelap dan lembab maka
lama kelamaan tanaman tersebut akan membusuk dan mati.
Bagaimana jika tanaman pada eadaan
gelap yang sudah tumbuh dibalik, dengan dibiarkan tumbuh pada keadaan
mendapatkan penyinaran cahaya matahari? Pertanyaan tersebut mendorong kami
untuk melanjutkan pengamatan kami. Apakah tanaman kacang tanah pada polybag C
dan D akan hidup jika kami tempatkan pada kondisi yang sama pada polybag A
yaitu dengan intensitas cahaya 100%. Setelah beberapa hari kami mendapatkan
jawaban atas pertanyaan tersebut. Bahwa tanaman yang semula diletakkan pada
tempat gelap kemudian diletakkan pada tempat yang terkena cahaya matahari dapat
tumbuh, walaupun dari 4 tanaman kacang tanah dalam setiap polybag C hanya 2
tanaman kacang tanah dan polybag D hanya menyisakan masing-masing 1 tanaman
kacang tanah yang dapat bertahan.
Perlahan-lahan juga polybag C dan D
yang pada awalnya daunnya berwarna kekuningan berubah menjadi berwarna kehijauan.
Batangnya yang semula berwarna putuh pucat, juga mulai berubah warnya menjadi
hijau segar. Bukan hanya itu, batang yang awalnya
melengkung kebawah menjadi melengkung keatas walaupun tidak dapat tumbuh tegak
seperti polybag A dan B namun itu membuktikan bahwa adanya gerak fototropisme.
BAB
V
PENUTUP
i.
Penutup
Cahaya matahari sangat dibutuhkan
makhluk hidup demi kelangsungan hidup masing-masing individu bukan hanya
tumbuhan yang memerlukan cahaya matahari untuk proses pertumbuhan dan proses
fotosintesis, melainkan juga bagi manusia dan hewan pada umumnya. Cahaya
matahari memiliki fungsi yang sangat besar bagi makhluk hidup, salah satunya
untuk memberi penerangan dan kehangatan bagi bumi. Didalam cahaya matahari juga
terdapat energi kehidupan. Tanpa adanya cahaya matahari maka kehidupan dibumi
ini tidak akan bisa berjalan. Tumbuhan adalah satu-satunya makhluk hidup yang
dapat membuat makanan sendiri. Melalui proses fotosintesis, tumbuhan memerlukan
CO2 (karbon dioksida), H2O (air) dan cahaya matahari
sebagai bahan utama dalam proses fotosintesis. Tanpa adanya salah satu unsur
tersebut maka proses fotosintesis tidak dapat berlangsung.
ii.
Kesimpulan
Penelitian tentang pengaruh
intensitas cahaya terhadap tanaman kacang tanah ini membuktikan hipotesa awal
kami yaitu perkecambahan pada biji kacang tanah yang diletakkan ditempat gelap
akan mengalami kelajuan pertumbuhan yang tinggi dibandingkan perkecambahan
kacang hijau yang diletakkan ditempat terang. Hal ini disebabkan adanya
pengaruh hormon auksin yang dipengaruhi oleh cahaya matahari. Semoga apa yang
kami lakukan terdapat manfaat yang kami dapat dan pengetahuan lebih terhadap
pentingnya cahaya matahari terhadap pertumbuhan tanaman.